PB|Malang – Dalam rangka meninjau dan mengecek kesiapan operasi sebagai Satuan Tugas Pengamanan Perbatasan (Satgas Pamtas) RI-PNG, Batalyon Infanteri Para Raider 501 Kostrad menerima kunjungan Panglima Divisi Infanteri 2 Kostrad, Mayjen TNI Agus Suhardi di Markas Yonif Para Raider 501 Kostrad, Madiun. Senin (8/1).  

Pada kunjungan itu, Pangdivif 2 Kostrad didampingi oleh Danbrigif Para Raider 18 Kostrad, para Asisten Kasdivif 2 Kostrad, Danyonkes 2 Kostrad, Dandenpal Divif 2 Kostrad dan Dandenhub Divif 2 Kostrad serta para Komandan Satuan Jajaran Divif 2 Kostrad lainnya.

Kegiatan diawali dengan paparan kesiapan operasi dari Komandan Yonif Para Raider 501 Kostrad, Mayor Inf Eko Antoni Candra Listianto di Aula A.H. Simanjuntak.

Usai menerima paparan, Pangdivif 2 Kostrad beserta rombongan langsung menuju lapangan guna melakukan pengecekkan materiil yang hendak dibawa ke daerah penugasan, baik materiil satuan maupun perorangan prajurit.

Selain itu, Pangdiv juga mengecek sejauh mana para Komandan Pos (Danpos) mengenali anggotanya. Hal itu sangat penting ketika dihadapkan di daerah tugas yang sebenarnya, karena seorang pimpinan harus memahami betul prajurit yang dipimpinnya, baik postur tubuh maupun suaranya, tentunya untuk membedakan musuh atau kawan.

Selanjutnya, Pangdivif 2 Kostrad juga memberikan pengarahan kepada seluruh Persit dan prajurit Yonif Para Raider 501 Kostrad, baik yang tergabung Satgas maupun yang Korum. Pangdiv berpesan agar masing-masing perorangan harus ikhlas dalam melaksanakan perintah, baik bagi prajurit yang hendak bertugas maupun keluarga yang ditinggalkan.

“Menjaga kedaulatan NKRI di wilayah perbatasan merupakan tugas yang sangat mulia, oleh karena itu bagi keluarga yang ditinggalkan agar selalu mendukung dan mendoakan suami atau rekan-rekannya, sehingga dapat menjalankan tugas mulia itu dengan baik dan memperoleh hasil yang maksimal”, harap Pangdiv.

Sementara itu, kepada prajurit yang tergabung Satgas, Pangdiv menekankan agar tidak menganggap remeh saat menjalankan misi di wilayah Papua, disamping masih bergejolaknya konflik dengan kelompok separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM), kondisi alam dan cuaca di Papua juga tidak menentu, sehingga dapat menyebabkan perkembangan penyakit sangat cepat, seperti malaria, tuberkulosis (TBC), penyakit kulit dan jenis-jenis penyakit endemik Papua lainnya.

“Laksanakan tugas dengan sungguh-sungguh, dengan memegang rasa tanggung jawab yang tinggi kepada negara serta mengimplementasikan Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI”, imbuhnya.(Pendiv 2|red)

Bagikan