PB|PURBALINGGA – “Gropyok tikus” menggunakan tongkat dan cangkul di areal persawahan warga desa Karangjambu, membuat salah satu Satgas TMMD Reguler 101 Purbalingga, Serda Sebo Kahono penasaran dan mendatangi para petani Purbasari tersebut.

Mengetahui para warga sedang memburu tikus, membuatnya melibatkan diri dalam gropyokan tikus sawah. Ini adalah salah satu wujud kegiatan dalam pengendalian hama tikus sawah, dalam rangka mewujudkan program pencapaian swasembada pangan nasional  2018 khusunya di Kabupaten Purbalingga.

Ikut terlibat gropyokan, Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Karangjambu, Pengendali Orgasme Pengganggu Tanaman (POPT) Kecamatan Karangjambu, Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) serta para petani setempat.

“Bersama warga saya turun ke sawah, membuka galangan sawah dan mencari lubang-lubang yang menjadi sarang tikus, setelah menemukan lubang kami lakukan penyiraman lubang dengan air, agar tikus keluar dari sarangnya sehingga dapat dimatikan,” ujar Sebo Kahono.

Sementara itu menurut Danramil 09 Karangreja, Kapten Cba. Agus Sukendar yang juga Dan SSK Satgas TMMD Reguler ke-101 Kodim Purbalingga, mengatakan “Selain dengan gropyokan, cara efektif lain untuk menyelamatkan tanaman padi yang terancam panen adalah dengan cara membuat kandang plastik di areal persawahan, memasang perangkap tikus maupun para petani menerapkan tanam padi serempak. Dengan tanam serempak tentunya akan mencegah berkembangbiak hama secara berkelanjutan” ungkapnya.

Lebih lanjut ditambahkan Serda Sebo Kahono, bahwa puluhan ekor tikus berhasil ditangkap dan dibasmi. Hama tikus adalah salah satu jenis hama tanaman selama ini menyerang dan meresahkan para petani khususnya di Purbasari. “Saya juga mengarahkan warga untuk menjaga kelestarian ular sawah, karena ular sawah merupakan predator alami dalam mengendalikan populasi tikus termasuk diareal persawahan,” pungkasnya.(Pendim 0702|red)

Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia