Bojonegoro – Bupati Bojonegoro, Dr. Hj. Anna Muawanah telah resmi melaunching Kartu Pedagang Produktif (KPP) yang diperuntukan untuk para pedagang di Bojonegoro. Acara yang dihadiri oleh pedagang dari berbagai kecamatan tersebut diselenggarakan pada hari Rabu, 16 Januari 2019 di Pendopo Malowopati Bojonegoro

Plt kepala Dinas Perdagangan Ir. Agus Hariana, M.Si menyampaikan bahwa tujuan penyelenggaraan kegiatan Launching Kartu Pedagang Produktif adalah untuk memperkenalkan kepada masyarakat kabupaten Bojonegoro terkait dengan program pemberdayaan usaha mikro melalui program kartu pedagang produktif yang ada di kabupaten Bojonegoro. Program ini bertujuan untuk memberdayakan usaha ultra mikro dan/atau usaha mikro, guna menumbuhkan iklim usaha melalui fasilitasi akses permodalan, pelatihan kewirausahaan, kemudahan akses kemitraan, pelayanan perizinan dan bantuan pengurusan sertifikasi produk halal serta fasilitasi hak paten bagi pedagang dikabupaten Bojonegoro.
Pemberian fasilitasi akses permodalan kepada pedagang yang memerlukan bantuan permodalan baik untuk memperkuat modal usaha atau untuk mengembangkan usaha. Besaran akses permodalan yang bisa diberikan kurang lebih 25 juta, dengan besaran bunga yang sangat ringan. (0,5% per bulan).

Bupati Bojonegoro Anna Mu’awanah menyampaikan bahwa Program tersebut merupakan salah satu dari 17 program prioritas yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro pada tahun 2019 ini. Sehingga dalam pelaksanaannya, harus menjadi bagian terpenting yang perlu didukung oleh semua pihak, supaya manfaatnya dapat dirasakan secara maksimal.

Munculnya KPP ini juga tidak lepas dari semangat Bupati dan Wakil Bupati supaya visi misi serta janji politik kepada masyarakat Bojonegoro dapat terealisasi dengan baik. Karena dari pengamatan yang dilakukan selama ini, banyak pedagang yang mengeluhkan susahnya akses permodalan serta besarnya bunga pinjaman yang harus dibayar.

“Ada salah satu pedagang menyampaikan keluh kesahnya ketika saya berinteraksi langsung dengan mereka, salah satunya bunga pinjaman dari sektor tertentu yang nilainya jika diakumulasi mencapai 30 % per tahun, tentu hal ini memberatkan pedagang, hal ini yang membuat kami harus berfikir bagaimana memberikan solusi tepat kepada para pedagang di Bojonegoro ini,” ungkap Bupati Bojonegoro dalam sambutanya.

Sementara, dari sisi mekanisme pelaksanaanya, Bupati menerangkan bahwa Pemerintah Kabupaten Bojonegoro telah menggandeng Perusahaan Daerah yakni Bank Pengkreditan Rakyat (BPR) Bojonegoro untuk penyaluran akses permodalan bagi penerima program. Karena, mekanisme ini merupakan instrumen yang paling tepat untuk menyalurkan secara langsung kepada pedagang pemilik Kartu Pedagang Produktif (KPP).

Dari sisi manfaatnya, pemilik Kartu tersebut akan mendapat berbagai manfaat diantaranya :

  • Fasilitasi permodalan dengan maksimal pinjaman senilai Rp 25 Juta Rupiah. Dengan bunga ringan, hanya 0,5 %/Bulan.
  • Pelatihan Kewirausahaan.
  • Kemudahan Akses Kemitraan.
  • Kemudahan Pelayanan Perizinan Usaha.
  • Bantuan Pengurusan Sertifikasi Produk.
  • Fasilitasi Hak Paten

Selanjutnya Bupati Anna juga menyampaikan bahwa pada tanggal 9 Januari kemari kami telah meresmikan Mal Pelayanan Publik dengan 30 program pelayanan dan 199 kegiatan. Termasuk juga didalammya melayani terkait dengan Kartu Pedagang Produktif (KPP)
Ditargetkan tahun ini ada 30 ribu pendaftar KPP, diharapkan teman-teman pedagang dapat memberitahukan teman-teman dan masyarkat Bojonegoro yang tidak hadir untuk mendaftar KPP agar memperoleh kemudahan-kemudahan.

“Semoga KPP tersebut dapat meringankan beban pedagang baik dari sisi permodalan maupun perizinan dan pengembangan usaha yang dimiliki,” Harap Bupati Bojonegoro

Tampak hadir pula dalam acara itu Wakil Bupati Bojonegoro, Asisten II bidang PerekonPaten Sekda Bojonegoro.(sumber|red)

Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia