oleh

Dandim 0803/Madiun Hadiri Perluasan E-Warong KUBE PKH Di Madiun

   m5PB | Madiun – Koperasi Masyarakat Indonesia Sejahtera atau KMIS yang dikembangkan Kementerian Sosial RI dengan PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk dalam bentuk Warung Gotong Royong Kelompok Usaha Bersama Elektronik Program Keluarga Harapan atau e-Warong KUBE PKH terus diperluas jangkauannya. Kali ini, BNI dan Kementerian Sosial RI membuka 3  e-Warong KUBE PKH di Kota Madiun, Jawa Timur, Sabtu (24/9/16).m1
Pembukaan e-Warong KUBE PKH di Madiun ini dilaksanakan di e-Warong KUBE PKH “Lumintu” yang dikelola oleh Agus Misri A di kawasan Manguharjo, Kota Madiun, Jawa Timur, Jumat (24 September 2016). Hadir pada kesempatan tersebut Menteri Sosial RI Khofifah Indar Parawansa, Walikota Madiun H. Bambang Irianto, S.H., M.M, dan Wakil Direktur Utama PT. Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. Bapak Suprajarto, Dandim 0803/Madiun Letkol Inf Rachman Fikri S.Sos, Wakapolres Madiun Kota Kompol Sutiono S.Pd, Dirjen Penanganan Fakir Miskin Ir Andi F Dulum, Dirut Pengembangan Bisnis Bulog Drs Imam Subowo.
Peresmian di kawasan Manguharjo ini menandai dimulainya Program e-Warong KUBE PKH lainnya di Madiun. Dua e-Warong KUBE PKH lainnya adalah e-Warong KUBE PKH “Berkah Cahaya” di kawasan Banjarejo dan e-Warong KUBE PKH “Cahaya Harapan” di kawasan Klegen.m3
E-Warong KUBE PKH Lumintu yang diresmikan operasionalnya tersebut merupakan e-Warong KUBE PKH ke-28 yang dikembangkan oleh BNI dengan dukungan penuh Kemensos RI. Sebelumnya di Malang, BNI telah membuka 6 e-Warong KUBE, kemudian masing-masing 2 e-Warong KUBE PKH di Sidoarjo dan Surabaya, serta masing-masing 1 e-Warong KUBE PKH di Mojokerto, Solo, Boyolali, Semarang, Bogor, Kulon Progo, dan Kota Yogyakarta, serta 4 di Kediri. Sebelum Kediri, terdapat 10 e-Warong KUBE yang dibuka di Bandung. BNI juga telah membuka 1 e-Warong KUBE PKH di Johar Baru, Jakarta yang menjadi lokasi peluncuran perdana e-Warong KUBE PKH bank-bank milik negara yang terhimpun dalam HIMBARA.m4
Sebagai bank yang mengembangkan jaringan Branchless Banking dalam program Laku Pandai, BNI menjadikan e-Warong KUBE PKH sebagai agen Laku Pandai BNI, yang dinamai Agen46. Sebagai Agen46, e-Warong KUBE PKH “Lumintu” dapat membukakan rekening bagi para anggota Koperasinya, yang nantinya akan menampung dana Bantuan Sosial dan Subsidi. Selain buku tabungan, anggota koperasi akan mendapatkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS), yang nantinya digunakan sebagai sarana untuk melakukan transaksi secara digital.
Pemilik KKS yang juga penerima manfaat Bantuan Sosial dan Subsidi dapat mencairkan bantuan dari pemerintah tersebut di seluruh jaringan e-Warong KUBE PKH, seluruh outlet dan ATM BNI, maupun jaringan yang dimiliki oleh bank-bank milik negara, yaitu BRI, Mandiri, dan BTN.
E-Warong KUBE PKH juga beroperasi sesuai dengan konsep Rumah Pangan Kita yang dikembangkan oleh BULOG. Dengan demikian, pada satu e-Warong KUBE, tertanam juga fungsi sebagai penjual barang-barang kebutuhan pokok (Rumah Pangan Kita) plus fungsi sebagai Branchless Banking (sebagai Agen46), sehingga menjadi sebuah perpaduan yang lengkap.
Salah satu keunggulan utama KKS adalah terdapat dua sistem yang tertanam di dalamnya, yaitu tertanam sistem Saving Account sekaligus sebagai e-Wallet. Dengan fungsi tersebut, penerima manfaat bantuan sosial dapat membelanjakan dana bantuan sosial atau subsidi untuk pembelian bahan kebutuhan pokok, atau menarik dana bantuan sosial secara tunai.
“Apabila ada sisa dana di dalam tabungan, akan kami berlakukan seperti tabungan lain di BNI, sehingga tetap mendapatkan bunga. Seluruh e-Warong KUBE PKH adalah Agen46 yang kami lengkapi dengan aplikasi minimarket yang terintegrasi, sehingga akan memudahkan proses penjualan dan pemesanan barang,” ujar Wakil dirut PT BNI Tbk Ir Suprajarto.
Sebelumnya, peresmian e-Warong KUBE PKH dan uji coba KKS telah dilakukan oleh BNI bersama Kementerian Sosial RI, di 14 kota, yaitu Malang, Sidoarjo, Mojokerto, Surabaya, DKI Jakarta, Solo, Boyolali, Semarang, Bogor, Kulon Progo, Kota Yogyakarta, Bandung, dan Kediri. Pada uji coba transaksi di Madiun kali ini, penyaluran bantuan sosial dan subsidi dilaksanakan secara lengkap hingga ke transaksi pembelian barang-barang kebutuhan pokok. Pengelola e-Warong KUBE PKH dan penerima manfaat diajak untuk mencoba bertransaksi dengan menggunakan KKS dan mesin Electronic Data Capture (EDC). Dengan KKS dan EDC itu, penerima manfaat akan memperoleh informasi saldo dana bantuan sosial dan subsidi yang mereka miliki, kemudian membelanjakan dana bantuan tersebut di e-Warong KUBE PKH.
Dengan dukungan sistem dari BNI ini, penyaluran bantuan sosial yang diterima masyarakat akan dilakukan secara non tunai, dimana bantuan sosial akan langsung masuk ke rekening penerima manfaat dan selanjutnya dapat digunakan untuk membeli barang yang telah ditetapkan di e-Warong KUBE PKH, melakukan tarik tunai, atau tetap disimpan di dalam Tabungan. KKS juga dapat difungsikan sebagai kartu Debit yang dapat bertransaksi di ATM.
Pada kesempatan yang sama, Kementerian Sosial RI juga telah menetapkan BNI sebagai Bank Penyalur Dana Kompensasi WNI  bekas Provinsi Timor Timur. Langkah ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam menyalurkan bantuan secara lebih tepat. (Team MC Kodim 0803/Madiun/prspen081/red)

Baca Juga