oleh

Deputi Bidang Opslat Bakamla RI Ngobat di AAL

Surabaya – Deputi Bidang Operasi Latihan Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI), Laksamana Muda TNI Dr. T.S.N.B. Hutabarat, M.M.S., menjadi narasumber Program Ngobat (Ngobrol Bareng Taruna) yang digelar Akademi Angkatan Laut (AAL) di Gedung Mas Pardi, Kesatrian AAL Bumimoro, Surabaya, Minggu (5/12).

Tampak hadir dalam kesempatan tersebut Gubernur AAL, Mayor Jenderal TNI (Mar) Nur Alamsyah, S.E., M.M., M.Tr (Han), Wakil Gubernur AAL, Laksma TNI Rudhi Aviantara, S.E., M.Si., M.Tr (Han)., CHRMP., Seklem AAL, Laksma TNI Syamsul Rizal, S.H., M.M., CHRMP., dan para Pejabat Utama AAL lainnya.

Gubernur AAL, atas nama lembaga mengucapkan terima kasih dan penghargaan atas kesediaan Deputi Bidang Opslat Bakamla RI berbagi pengalaman, wawasan dan pengetahuan kepada ratusan Taruna AAL Tingkat ll, lll dan Tingkat lV.

Dari jumlah 351 Taruna (319 putra, 32 putri) ini, 107 Taruna diantaranya Taruna Tingkat lV Angkatan ke-67, 112 Taruna Tingkat lll Angkatan ke-68 dan 132 Taruna Tingkat ll Angkatan ke-69.

“Kami yakin apa yang disampaikan akan menambah wawasan dan sangat berguna bagi Taruna AAL dalam mengemban tugas baik sebagai taruna ataupun setelah menjadi perwira Angkatan Laut di masa yang akan datang,” terang Gubernur AAL.

Kepada para Taruna, Gubernur menekankan agar memperhatikan dan menyimak dengan sungguh-sungguh hal-hal yang disampaikan serta manfaatkan waktu yang ada untuk menambah wawasan dan ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan sebagai pedoman dalam melaksanakan tugas kedepan.

Mengawali Ngobat, Deputi Bidang Opslat Bakamla RI menegaskan bahwa pendidikan adalah investasi besar yang hasilnya dipetik puluhan tahun ke depan. Untuk itu tidak ada pendidikan atau sekolah yang tidak berguna, semua berguna dan bermanfaat dalam membentuk pola pikir, sikap dan perilaku serta karier seseorang dimasa mendatang.

“Para Taruna saat ini tengah dididik, dilatih dan digembleng di lembaga pendidikan TNI AL, yang disiapkan untuk menjadi pemimpin masa depan, untuk itu kalian harus bersyukur ada dilembaga ini dan memanfaatkan peluang dengan belajar dan berlatih mengisi diri sebaik-baiknya,” pintanya.

Dalam paparannya, perwira lulusan AAL ke-35 Tahun 1989 menjelaskan tentang organisasi Bakamla RI dari masa kemasa. Bakamla RI berdiri mulai tahun 1972 dengan nama Badan Koordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla) melalui SKB Menhub, Menkeu, Menhankam, Kejagung dengan Guskamla TNI AL sebagai Kalakhar.

Kemudian Bakorkamla RI era 2005 berada di bawah Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI (Kepres No. 81 tahun 2005). Dan pada 2014 berubah menjadi Bakamla RI (Indonesian Coast Guard) berdasarkan UU 32 tahun 2014 tentang Kelautan dan Perpres 178 tahun 2014 tentang Bakamla RI.

Selain itu, Ia juga memadukan paparannya dengan kinerja generasi masa kerja yang Ia bagi menjadi tiga dekade, yaitu dekade pertama pembentukan jati diri.

“Sekarang kailan ada di lembaga pendidikan ini, kalian menjalani pendidikan keras, ibarat kepala jadi kaki, kaki jadi kepala, tanamkan dalam diri kalian, seberat apapun pendidikan yang dijalani, tidak lain adalah untuk membentuk dan menyiapkan kalian menjadi perwira yang bermoral, berani, kuat, hebat dan profesional di masa depan,” terangnya.

Kemudian dekade kedua pengkayaan ilmu pengetahuan dan pengalaman (saat Pamen) dan dekade ketiga penuaian dan takdir (saat Pati).

Menurutnya, pertemuan hari ini dan apa yang kita lakukan hari ini akan menjadi sia-sia, jika pengalaman dan pengetahuan yang diberikan tidak dipahami dan diterapkan, waktu yang kita gunakan akan mubazir pula jika tidak dimanfaatkan dengan baik.

“Percayalah apa yang disampaikan, apa yang kita lakukan hari ini, semata mata untuk menambah dan pengkayaan pengalaman dan pengetahuan bagi kalian, untuk kemajuan dan menyiapkan kalian sebagai generasi unggul masa depan TNI AL,” pungkasnya. (Rohman|Bagpen AAL)

Bagikan

Baca Juga