Jember – Sebelum dilaksanakannya Upacara  Kebesaran Peringatan Detik Detik Proklamasi Kemerdekaan Indonesia Ke 73 Tahun 2018 di Alun Alun Kabupaten Jember pada Jum’at 17/08/2018 Pukul 09.00 Wib dilakukan pertunjukan Drama Kolosal Perjuangan Pahlawan Burah oleh teater Gunung Sepikul  SMA Negeri  Pakusari  Jember.

Drama kolosal tersebut menceritakan perjuangan seorang petani yang gagah berani melawan penjajah Belanda yang akan menguasai kembali  Indonesia pada agresi Belanda ke II Tahun 1949, Belanda yang melakukan penyiksaan terhadap masyarakat saat memasuki  Desa Jatian Kec Pakusari dan sempat tertahan perlawanan seorang petani bernama “Burah” yang tidak rela melihat bangsanya kembali ditindas.

Perlawanan seorang pahlawan bernama “Burah” dari Ds Jatian Kec Pakusari Kabupaten Jember tersebut berakhir dengan gugurnya “Burah” yang selanjutnya mayatnya diseret dan  dibakar oleh Belanda.

 

Baru kemudian datanglah para Tentara Pejuang lainnya yang memberikan perlawanan kepada Tentara  Belanda, meskipun dikedua belah pihak banyak yang berguguran namun Belanda dapat dikalankan oleh Tentara Pejuang pada saat itu, itulah singkat ceritanya drama kolosal yang dimainkan oleh siswa-siswi SMNA Negeri Pakusari Binaan Kodim 0824 Jember tersebut.

Diakhir ceritanya salah satu Tentara Pejuang yang hidup menyobek warna biru pada bendera Belanda dan menjadi Merah Putih yang selanjutnya diserahkan kepada Bupati Jember dr. Hj. Faida, MMR  didampingi oleh Dandim 0824 Letkol Inf Arif Munawar untuk selanjutnya diserahkan kepada Ponijan (87 Tahun) sahabat seperjuangan “Burah” yang masih hidup hingga saat ini.

Komandan Kodim 0824 Jember Letkol Inf Arif Munawar saat dikonfirmasi terkait Drama Kolosal tersebut menyampaikan bahwa kisah yang diceritakan merupakan kisah nyata yaitu seorang yang gagah berani bernama “Burah” saat berjuang melawan Penjajahan Belanda yang ingin menguasai kembali Indonesia pada sekitar tahun 1949.

Dari kisah yang diceritakan tersebut saya sangat mengapresiasi teater Gunung Sepikul yang dimainkan oleh para siswa-siswi SMA Negeri  Pakusari yang tampil cukup heroik, hingga saya, Bupati dan kita semua terbawa hingga meneteskan air mata.

Dengan Drama Kolosal tersebut diharapkan kita semua menyadari bahwa kita tidak boleh sekalipun melupakan sejarah, negara kita merdeka karena perjuangan dan ini harus diketahui oleh generasi-generasi milenial sekarang ini dan yang akan datang, jangan sampai kemajuan jaman menutupi jasa perjuangan para pahlawan. Tambah Letkol  Inf Arif Munawar.

Nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh pahlawan kepada kita semua mari kita implementasikan dengan mengabdi dan berkarya  dengan baik sesuai bidang kita masing-masing  dalam mengisi kemerdekaan yang sudah kita rasakan selama ini. Tegas Letkol Inf Arif Munawar menutup konfirmasinya.(sis24|red|noven)

Bagikan