PB|Surabaya – Latihan Survival personil penerbang dan awak Pesud TNI AL Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut (Puspenerbal) tahun anggaran 2017 hari ini Selasa (21-032017) mulai melaksanakan kegiatan simulasi permasalahan di air. Kegiatan hari kedua latihan Sea and Junggle Survival bagi Penerbang dan Awak pesawat udara (Pesud) TNI Angkatan Laut dilaksanakan di kolam ranang Puslatdiksarmil Juanda. Sebanyak 60 personil yang mengikuti latihan Survival meliputi Penerbang dan awak Pesud TNI AL dari Skuadron 200, 400, 600, 800 Wing Udara 1 dan Wing Udara 2, Teknisi Pesud dari Fasharkan Pesud dan personil Pangkalan Udara TNI AL (Lanudal) dibawah jajaran Puspenerbal.

Kegiatan ini bertujuan sebagai pengenalan awal dalam air yang nantinya akan dilatihkan di medan sesungguhnya yaitu laut di wilayah perairan Situbondo selama sehari semalam. Dengan materi latihan ini diharapkan penerbang dan awak Pesud TNI AL mampu menjaga kesiapan tempur yang didukung dengan peningkatan kualitas sumber daya sehingga memiliki ketrampilan dan kemampuan yang professional secara perorangan dan kelompok. Salah satu tuntutan profesionalisme bagi penerbang dan awak Pesud adalah mampu memahami cara-cara dan prosedur dalam menghadapi keadaan darurat baik di darat maupun di laut yang berkaitan dengan keselamatan.

Sebagai mana yang diharapkan oleh Laksamana Pertama TNI Manahan Simorangkir, S.E., M.Sc., selaku Direktur Latihan Survival bahwa pesawat udara merupakan salah satu unsur Sistem Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang dituntut mampu mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut sebagai komponen utama pertahanan negara di laut. Agar mencapai hasil yang optimal, maka perlu diadakan latihan Survival Penerbang dan Awak Pesud guna peningkatan kemampuan penggunaan alat keselamatan pesawat udara TNI AL sehingga mampu beradaptasi dan mempertahankan hidup dari berbagai karateristik medan tugas.

Ketrampilan, kemampuan dan pengetahuan teknik serta taktik personil dalam penggunaan alat keselamatan penerbangan bagi awak Pesud merupakan suatu kebutuhan apabila Pesud mengalami pendaratan darurat di laut maupun di darat serta kemungkinan di daerah lawan. Seluruh personil latihan selama melaksanakan kegiatan simulasi permasalahan di air dengan semangat, serius, sesuai arahan dan petunjuk para instruktur maupun pelatih. Dilandasi jiwa kebersamaan, kekompakan dan kerjasama yang baik antar peserta, sehingga latihan dapat berjalan dengan aman dan lancar serta tanpa mengabaikan keselamatan kerja.

Hadir dalam latihan tersebut Irdapers Itjenal selaku katim Evaluasi Latihan (Evalat), Komandan Wing Udara 1 selaku Penanggungjawab Pelaksanaan Latihan (Palaklat), Parik Opslat dan Parik Pam Itjenal selaku Tim Evalat, Penilai Latihan dari Kolatpenerbal, para Komandan Skuadron serta pelaku dan peserta latihan.(intelud|red)

Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia