Batang – Desa Durenombo Kecamatan Subah, ternyata selain menjadi salah penghasil durian, petai, dan jengkol juga menjadi satu di antara sentra penghasil kayu sengon yang ada di Kabupaten Batang. Hal tersebut terlihat di sepanjang jalan dan kebun para warga banyak yang ditanami pohon sengon tersebut.Sabtu ( 27/10/ 

Dijelaskan oleh kepala desa setempat, H Sireng ada sekitar 90 hektar lahan yang ditanami pohon sengon, dengan harga kayu sengon bervariasi tergantung dengan kualitas kayunya sendiri tentunya dan rata-rata sekitar Rp 1 juta per meter kubiknya.

Dengan potensi yang ada,selain durian, petai, dan jengkol masyarakat desa juga mengandalkan penjualan kayu sebagai mata pencaharian, guna mencukupi kebutuhan keluarga mereka,salah satunya adalah Mistal (37) rt 4/ rw 3 Desa Durenombo.  “Walaupun panen sengon dilakukan selama lima tahun, namun besaran keuntungan dari hasil kayu sengon bisa mencukupi kebutuhan kita pak, sambil menunggu masa panen selanjutnya,dan dengan jalan yang sudah di bangun ini tentunya sangat membantu kita dalam membawa hasil panen kami,”ungkap Mistal.

Mistal menambahkan, kendala yang kami alami sebelumnya adalah akses jalan yang terbilang sulit karena harus melakukan langsir apabila saatnya panen dan sekarang dengan jalan yang sudah baik ini,maka akan menghemat ongkos transportasi.  ” Untuk membawa hasil panen sengon,dulunya kita harus memindahkan dua kali kayu usai dipanen, hal tersebut membuat ongkos transportasi bertambah. Namun kami bersyukur karena pembangunan jalan lewat program TMMD Reguler ke-103 akan segera rampung dan segera bisa kita manfaatkan,”pungkasnya.(kodim batang|red|noven)

Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia