PB|Surabaya – Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo rupanya tidak ambil pusing atas polemik pemutaran film G30S/PKI di lingkup internal institusinya. Dia menegaskan acara nonton bareng film kontroversial itu memang perintahnya. “Iya itu memang perintah saya, mau apa? Yang bisa melarang saya hanya pemerintah,” kata Jenderal Gatot saat ditemui seusai ziarah di Makam Bung Karno (MBK), Bendogerit, Blitar, Senin (18/9/2017).

Gatot menyatakan Mendagri sudah mengizinkan dia memerintahkan seluruh anggotanya menonton film garapan era Orde Baru tersebut. Saat ditanya mengenai materi film itu masih menjadi polemik, Gatot mengatakan menonton film tersebut merupakan upaya meluruskan sejarah.

Dengan menggandeng komponen masyarakat kelurahan Keputih Surabaya, Kodim 0831/ ST (Surabaya Timur), Letkol Dodiet Lumwartono menggelar Nonton bareng helatan film G 30 S/ PKI. Gelaran kegiatan ini dilangsungkan di jalan raya Keputih, Kec Sukolilo, Kota Surabaya, Rabu (20/9/17) malam. Letkol Dodiet mengatakan pemutaran film ini untuk memberikan edukasi sejarah bangsa kepada generasi muda dan masyarakat, khususnya warga keputih. “Ini menyampaikan bahwa gerakan G30S/PKI adalah ajaran sesat yang harus diketahui oleh generasi muda,” tuturnya.Setelah penayangan film ini Dandim memberikan orasi, membacakan puisi tentang betapa bahaya komunisme di indonesia. Selanjutnya untuk membangkitkan semangat nasionalisme warga, ia memimpin langsung dalam menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Bagimu Negeri. M Sugiono, tokoh masyarakat Keputih mengapresiasi langkah Kodim 0831/ST dalam menayangkan film G30S/PKI. “Dengan pemutaran film ini agar masyarakat paham jika komunis tidak boleh ada di Indonesia atau dilarang”paparnya. ” Sebagai tokoh masyarakat,saya berharap agar stage holder untuk bersatu melawan aliran komunisme di Indonesia,” tandasnya.(MCK 0831|sg|red)

Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia