Demak –Jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Kodim 0716/Demak dan masyarakat Demak berkesempatan menyaksikan pagelaran wayang kulit bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo. Acara wayang kulit digelar di depan Pendopo Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Demak, Jawa Tengah (Jateng), Sabtu (29/4/2017) malam. Lakon yang dibawakan bertema “Semar Bangun Kahyangan” yang dimainkan oleh Dalang Ki Anom Dwijo Kangko. Turut hadir dalam acara pagelaran wayang kulit ini Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko, Penjabat Gubernur Papua Barat Eko Subowo, Sekretaris Daerah (Sekda) Jateng, Bupati Demak H Muhammad Nasir, Dandim 0716/Demak yang diwakilkan Kapten Arm Sukartiyo,Waka Polres dan jajaran Pemkab Demak. Wakil Gubernur Jateng Heru Sudjatmoko yang berkesempatan hadir dalam acara tersebut pun menilai Mendagri sedang mengikuti jejak para Wali Songo. Bila dulu para Wali Songo menyebarkan ajaran Islam dengan pendekatan budaya, dan kali ini langkah itu pun dilakukan Mendagri.

Ini mengikuti jejak para Wali yang menyebarkan Islam dengan pendekatan budaya,” kata Heru dalam sambutannya. Melihat kondisi yang berkembang, jelas Heru, yang dibutuhkan masyarakat Indonesia saat ini adalah persatuan dan kesatuan bangsa. “Barangkali ini pula yang hendak dibawa Pak Mendagri dengan pendekatan budaya,” tuturnya. Sementara itu, Bupati Demak H Muhammad Nasir mengatakan pagelaran wayang kulit merupakan suatu wujud kecintaan pada budaya bangsa dan pelestarian nilai-nilai luhur budaya. Demak sebagai kerajaan Islam pertama di pulau Jawa tak lepas dari budaya wayang yang telah digunakan oleh Sunan Kalijaga untuk menyebarkan agama Islam.

Pagelaran wayang kulit patut kita uri-uri dan kita lestarikan di tengah kemajuan zaman yang semakin modern. Bersama-sama mari kita jaga budaya Indonesia, wayang kulit,” ujarnya. Pada kesempatan yang lain, Tjahjo Kumolo mengatakan Kemendagri memang telah mempunyai program pagelaran wayang kulit yang berkesinambungan. Pesan yang hendak disampaikan pun tak terlepas dari lakon Semar Bangun Kahyangan. Intinya, Semar bukan hendak membangun fisik atau gedung yang megah. Melainkan, Semar sebagai seorang pamong tugasnya membimbing pemimpin bangsa agar tak lepas jiwanya.

Dan Semar ingatkan nilai-nilai itu kepada para pemimpin bangsa, kalau di dunia pewayangan kepada para pandawa, jangan sampai berubah pola pikir, sikap, dan tingkah lakunya,” tutur Tjahjo. Bagaimanapun, lanjut Tjahjo, seorang pemimpin harus mampu memegang amanah. Tugas Ki Semar yang diceritakan oleh Pak Dalang setidaknya mampu mengingatkan para pemimpin bangsa agar tak keliru, agar tak salah. Sing salah seleh, yang salah pasti akan mendapatkan kutukan dari Allah SWT,” kata Tjahjo.(Pendim 0716/Demak|red)

Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia