Surabaya – Rapat Forum Perangkat Daerah Tingkat Kecamatan Rungkut ini sesuai dengan amanat Peraturan Mendagri No. 86 tahun 2017 Tentang Tata cara pengendalian dan pelaksanaan pembangunan daerah jangka pendek yang diselaraskan dengan pembangunan jangka menengah dan panjang daerah. Dengan tujuan agar dapat mempertajam target indikator program, serta menyelaraskan program strategis” terangnya (15/03/19).
Dalam acara rapat tersebut yang di hadiri beberapa kepala Lurah, Kepala Puskesmas, LPMK dan Karang Taruna tersebut dengan dipimpin rapat oleh 3 (tiga) pilar Kecamatan yakni, Kapolsek Rungkut, Kompol I Gede Suartika, SH,. MH, Camat Rungkut, Drs. H. Syafik, M. Si dan Danramil 0831/05 Rungkut, Mayor Chb Suprianto.

Kapolsek dalam penyampaiannya mengatakan terkait sebentar lagi pesta demokrasi Pemilu 2019, “Pemilu 2019 adalah paling banyak yang dipilih dari berbagai caleg selain capres dan cawapres, dalam hal ini kita semua sama-sama memberikan sosialisasi terhadap warga kita untuk paham dan datang ke TPS untuk mensukseskan Pemilu 2019 nanti. Pemilu ini menjadi tanggung jawab kita semua, kami sebagai institusi TNI-POLRI akan semaksimal mungkin dalam pengamanan khususnya dari Polsek Rungkut dan Koramil Rungkut akan memberikan rasa aman bagi warga pemilih di wilayah Rungkut”.

Pembahasan rapat selain tersebut selain Musrenbang 2019, juga membahas mengenai wawasan kebangsaan yang sangat perlu dalam kehidupan bermasyarakat untuk diketahui jika bangsa Indonesia ini sangat luas dengan bernagai suku dan agama, seperti yang disampaikan oleh Kapolsek Rungkut.

Kompol I Gede Suartika, SH,. MH menyampaikan, “Wawasan kebangsaan itu luas, dan kita wajib tahu bahwa Indonesia ini banyak suku agama dan lainnya, bukan hanya ceritanya saja.
Dengan kita mengerti Wawasan Kebangsaan agar cara pandang kita tidak sempit dan mampu saling menghargai sesama kita meskipun berbeda agama dan suku. “

Wawasan kebangsaan lahir ketika bangsa Indonesia berjuang membebaskan diri dari segala bentuk penjajahan, seperti penjajahan oleh Portugis, Belanda, Inggris, dan Jepang. Perjuangan bangsa Indonesia yang waktu itu masih bersifat lokal ternyata tidak membawa hasil, karena belum adanya persatuan dan kesatuan, sedangkan di sisi lain kaum colonial terus menggunakan politik “devide et impera”. Kendati demikian, catatan sejarah perlawanan para pahlawan itu telah membuktikan kepada kita tentang semangat perjuangan bangsa Indonesia yang tidak pernah padam dalam usaha mengusir penjajah dari Nusantara.
Dalam perkembangan berikutnya, muncul kesadaran bahwa perjuangan yang bersifat nasional, yakni perjuangan yang berlandaskan persatuan dan kesatuan dari seluruh bangsa Indonesia akan mempunyai kekuatan yang nyata.

Kesadaran tersebut kemudian mendapatkan bentuk dengan lahirnya pergerakan Budi Utomo pada tanggal 20 Mei 1908 yang merupakan tonggak awal sejarah perjuangan bangsa yang bersifat nasional itu, yang kemudian disusul dengan lahirnya gerakan-gerakan kebangsaan di bidang politik, ekonomi/perdagangan, pendidikan, kesenian, pers dan kewanitaan.
Tekad perjuangan itu lebih tegas lagi dengan Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928 dengan ikrar “Satu Nusa, Satu Bangsa, dan menjunjung tinggi bahasa persatuan bahasa Indonesia”. Wawasan kebangsaan tersebut kemudian mencapai satu tonggak sejarah, bersatu padu memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945.
Dalam perjalanan sejarah itu telah timbul pula gagasan, sikap, dan tekad yang bersumber dari nilai-nilai budaya bangsa serta disemangati oleh cita-cita moral rakyat yang luhur. (Red|mm)
Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia