Malang – LSM Topan RI Malang Raya, menyikapi ambrolnya proyek pekerjaan plengsengan yang berada di desa Purwoasri, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, yang dianggarkan melalui APBD tahun 2017 milik Dinas Pekerjaan Umum Sumber Daya Air (DPUSDA), yang bulan ini (Januari 2019 ) ambrol. Ambrolnya proyek tersebut diduga kuat kualitasnya kurang memenuhi standart.

Seperti yang dikatakan Dedy Sutedja SH, Ketua DPD LSM Topan RI Malang Raya, Proyek senilai Rp 195 juta yang diketahui dikerjakan oleh CV Anggara, ambrol dikarenakan tidak kuat menahan kontur tanah, apalagi tidak diperhitungkan volume debit air yang berada di aliran sungai tersebut.

“Proyek plengsengan yang jebol di bulan Januari 2019, memang sedang di perbaiki oleh para pekerja, namun sayang itu material yang dipergunakan tidak memenuhi standart, ” ujar Dedy kepada ParadigmaBangsa.com Senin (21/01/2019).

Lebih lanjut Dedy menjelaskan, material yang dipakai untuk perbaikan menggunakan batu plonto, pasirnya juga menggunakan pasir merah. ” Gimana mau kuat ini bangunannya, kalau materialnya seperti ini, ” imbuhnya.

Tak pelak kondisi ini membuat masyarakat setempat resah, terlebih lagi para pemakai jalan alternatif.

“ Kalau material plengsengan begini , gimana mau kuat , apalagi ini adalah jalan alternatif, ” ucap Rokim salah satu warga sekitar yang sedang melintas.

Camat Singosari, Eko Margianto, AP S.Sos M.Ap saat di konfirmasi awak media , mengatakan pihaknya sangat bersyukur karena plengsengannya sudah diperbaiki. ” Alhamdulillah mas, plengsengan yang ambrol sudah diperbaiki , kalau masalah spek kerjaan saya tidak ngerti, karena pekerjaan itu langsung dibawah Dinas PU Sumberdaya Air, ” ungkapnya .

Namun, terkait hal ini, hingga berita ini diturunkan, pihak DPUSDA belum bisa dikonfirmasi. (Sul/Ded).

Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia