oleh

OPEN SHIP KRI TOM PERKOKOH DIPLOMASI BUDAYA DENGAN WARGA LEBANON

PB|Lebanon – KRI bung Tomo-357 yang tergabung dalam Satgas Maririm TNI KONGA XXVIII-I/UNIFIL kembali  gelar open ship untuk  keempat kalinya.Kegiatan Open Ship kali ini mendapatkan kunjungan dari puluhan pelajar beserta guru dari Tyre Community School yang didampingi 8 orang staf KBRI Lebanon. Sabtu (18/3/2017).Kemeriahan dan ciri khas tradisi Indonesia pada Open Ship kali ini sudah mulai terlihat saat para siswa disambut oleh beberapa Prajurit KRI Bung Tomo-357 yang mengenakan kostum tokoh pewayangan gatotkaca dan punakawan. Tradisi penyambutan ini membuat para pengunjung semakin bersemangat karena hal seperti ini adalah yang pertama bagi mereka.

“Selamat datang di KRI Bung Tomo-357, ini adalah salah satu kapal perang milik Indonesia yang dikirim ke Lebanon untuk membantu menjaga stabilitas perdamaian di Laut Mediterania dibawah misi PBB. Saya mewakili seluruh Prajurit KRI Bung Tomo sangat senang dengan kunjungan ini, selamat menikmati kunjungan ini, semoga dengan Open Ship ini para siswa bisa menambah wawasan tentang kapal ini, kontingen Garuda dan juga keragaman budaya Indonesia”, kata Komandan Satgas Maritim TNI KONGA XXVIII- I/UNIFIL Kolonel Laut  (P)Heri Triwibowo saat menyambut para pengunjung di geladak Heli KRI Bung Tomo-357.

Setelah mendapatkan sambutan dari Komandan KRI Bung Tomo- 357, seluruh pengunjung kemudian bergerak ke haluan KRI untuk melaksanakan foto bersama dilanjutkan dengan Ship Tour ke beberapa tempat seperti anjungan, geladak senjata Meriam 76 mm, geladak Exocet, Meriam 30 mm, senjata 12,7 mm, pusat kendali tempur, ruang kontrol mesin serta beberapa tempat lainnya. “Kapal perang ini memiliki teknologi yang luar biasa dan kebersihannya membuat kami kagum”, kata salah satu siswa saat ditanya mengenai kesan mereka tentang KRI Bung Tomo-357.

Acara Ship Tour berlanjut dengan persembahan tarian tradisional Indonesia yang ditampilkan oleh para Prajurit Satgas Maritim TNI KONGA XXXIII-I/UNIFIL antara lain Tari kuda lumping, tari Saman Aceh dan Gemu Famire dari NTT yang dipadukan dengan kolaborasi musik tradisional Kentongan dan band modern. Semangat dan antusiasme para pengunjung terlihat jelas ketika mereka turut serta menari bersama para prajurit. Banyak diantara mereka yang penasaran dengan alat musik tradisional yang mengiringi tarian tersebut sehingga satu persatu mereka mulai mencoba memainkan kentongan yang dimainkan para prajurit. “This is the first time I see the music instrument made from bamboo”, ucap Leela salah seorang siswa dari Tyre Community School. Kegiatan Ship Tour selesai dan dilanjutkan dengan penyerahan cinderamata  dari Komandan KRI Bung Tomo-357 kepada perwakilan guru dari Tyre Community School, Mrs. Manal Ghawi.(dispenarmatim|mansul|ivan|red)

Baca Juga