PB|Jember – Dengan mengembangkan sistem pertanian hidroponik yang dilaksanakan beberapa bulan lalu, prajurit Kompi B Yonif Raider 515 Kostrad akhirnya dapat memetik hasilnya, mereka memanen hasil pertanian yang ditanam di sekitar halaman kantor dan barak Kompi B.

Kegiatan yang diprakarsai Komandan Yonif Raider 515 Kostrad, Mayor Inf Syafruddin ini merupakan solusi dari keterbatasan lahan yang ada di Satuan. Sistem hidroponik sangat cocok  dipilih karena hanya memerlukan lahan yang tidak begitu luas. Selain itu, media yang digunakan pun sangat mudah diperoleh, meliputi paralon, busa dan air nutrisi yang terus dialirkan menggunakan toren air.

Hidroponik sangat digemari masyarakat belakangan ini, selain hemat tempat serta ramah lingkungan, sistem hidroponik juga dapat menghemat penggunaan air dan pupuk. Hasilnya pun tidak kalah bagusnya dengan tanaman dari sistem pertanian konvensional.Adapun tanaman yang dipanen oleh prajurit Yonif Raider 515 Kostrad ini adalah sawi, kol dan selada. Tanaman ini sengaja dipilih karena selain mudah pada saat penanaman, perawatannya pun tidaklah memerlukan perhatian khusus. Apalagi jika dilakukan dengan sistem hidroponik, hanya dengan mengawasi dan memperhatikan larutan nutrisi yang dibutuhkan tanaman agar tidak habis atau kekurangan maka tanaman dapat tumbuh dengan baik.

Komandan Batalyon, Mayor Inf Syafruddin menyampaikan bahwa kegiatan panen ini merupakan hasil jerih payah para prajurit Yonif Raider 515 Kostrad, “Ini merupakan hasil keringat kalian dan yang menikmati hasilnya juga kalian. Tingkatkan lagi pertanian ini, baik kualitas maupun kuantitasnya. Bila perlu, kebutuhan sayuran di Kabupaten Jember ini kita pasok dari sini”, ujarnya.

Selain itu, Mayor Inf Syafruddin juga menambahkan, Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program ketahanan pangan yang dicanangkan Kepala Staf Angkatan Darat, Jenderal TNI Mulyono. “Untuk itu, kepada semua prajurit harus mendukung dan melaksanakannya secara optimal”,ungkapnya.(penkostrad|red)

 

Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia