Malang – Dalam mengemban tugas, Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) TNI harus memegang prinsip “Cepat” dalam manuver, “Tepat” menghitung kemampuan dan batas kemampuan untuk mencapai sasaran, serta “Singkat” dalam deploitasi kekuatan.

Hal ini sesuai dengan tugas pokok Satuan PPRC TNI yaitu sebagai penindak cepat, tepat dan singkat untuk mencegah, menangkal, menggagalkan dan menghancurkan setiap bentuk ancaman militer dan non-militer di wilayah NKRI, dalam menegakkan kedaulatan dan mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Apel Pemeriksaan Kesiapan Operasi PPRC TNI Tahun 2019 ini digelar di Taxy Way Skadron Udara 32 Lanud Abdulrachman Saleh, Malang. Selasa (9/7).

Apel Pemeriksaan Kesiapan Operasi PPRC TNI ini dipimpin langsung oleh Pangdivif 2 Kostrad yang juga selaku Komandan PPRC TNI Mayjen TNI Tri Yuniarto, S.AP, M.Si, M.Tr (Han), yang diikuti 2.397 prajurit yang terdiri Satgasud 812 prajurit, Tim KDOL 25 prajurit, Satkomplek 81 prajurit, Denma PPRC 131 prajurit serta Satgasrat 1.479 prajurit serta tergelar material tempur terdiri dari 2 unit Pesawat Hercules, 3 unit Pesawat Super Tucano serta 1 unit Pesawat Cassa.

Pangdivif 2 Kostrad menjelaskan dalam amanatnya, Setiap prajurit PPRC TNI harus selalu menjaga kesiapan fisik dan mental untuk siap sewaktu-waktu bergerak ke daerah penugasan operasi.

“Bina dan pelihara kesiapan satuan, agar selalu dalam kondisi prima untuk melaksanakan tugas. Kesiapan sebuah satuan merupakan sebuah proses yang bertahap, bertingkat dan berlanjut. Kondisi ini perlu membutuhkan perhatian yang lebih dari para Komandan Satuan Tugas,” tegasnya.

Disamping melaksanakan latihan-latihan secara parsil guna memelihara kesiapan personel, kondisi teknis Alutsista juga perlu mendapat perhatian khusus. “Laksanakan pengecekan dan pemeliharaan serta pertahankan terus kesiapan teknis Alutsista untuk mendukung tugas pokok PPRC TNI,” tambahnya.

Pangdivif 2 Kostrad juga menegaskan, apel pemeriksaan kesiapan yang dilaksanakan hari ini juga bagian dari upaya untuk memelihara kesiapan kita sebagai satuan yang ditunjuk sebagai bagian dari kekuatan PPRC TNI yang merupakan garda terdepan dalam menghadapi berbagai ancaman terhadap pertahanan Negara selama kurun waktu Tahun 2018 sampai dengan Tahun 2020.

“Dalam berbagai situasi apapun, setiap saat TNI harus terus dapat menjaga kesiapsiagaan dan meningkatkan kemampuan untuk merespon berbagai skenario ancaman, baik yang bersifat nasional, regional maupun global, karena kedaulatan negara adalah hal mutlak yang menjadi tujuan kita bersama,” jelasnya.

“Optimalkan kemampuan yang kita miliki. Kesemuanya itu memerlukan aktifitas, tenaga dan pikiran, pengetahuan serta kerjasama yang baik. Disamping itu, dibutuhkan juga kesungguhan dari para prajurit sehingga tujuan pelaksanaan tugas dapat dicapai secara optimal,” pungkas Pangdivif 2 Kostrad.

Hadir juga pada acara tersebut Dansatgasud, Dansatgasrad, Para Asisten, Staf khusus PPRC TNI, Para Komandan Satuan Jajaran PPRC TNI serta Komandan Satuan Jajaran TNI di Malang.(pendiv2|red)

Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia