PB|Denpasar – Jadikan peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1438 Hijriyah tahun 2017, sebagai momentum untuk menjaga keutuhan Negara kesatuan Republik Indonesia (NKRI) yang berdasarkan Pancasila. “Kaitan Pancasila dan Islam, semua agama memiliki ajaran-ajaran yang menjadi patokan norma dan keutamaan-keutamaan moral bagi setiap penganutnya. Setiap agama mengajarkan kebaikan dan keadilan yang patut dijalankan oleh setiap pengikutnya dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Jika dikaji lebih dalam, semua ajaran dari setiap agama sebenarnya terangkum jelas dan tegas dalam ke lima sila di dalam Pancasila,”. Demikian sepenggal isi ceramah yang disampaikan oleh KH. Abdul Ghofar dari Banyuwangi dalam acara Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dilakasanakan oleh Warga Muslim Lanal Denpasar yang berkolaborasi dengan Warga Muslim Denpasar Selatan, yang dilaksanakan di Masjid Sabilul Hidayah Pangkalan TNI AL Denpasar Jalan Raya Sesetan 331 Denpasar Bali, Kamis (27/04). Disamping itu Ustadz Abdul Ghofar mengajak agar seluruh umat dalam menjaga keutuhan NKRI yang berdasarkan Pancasila. Karena, NKRI memiliki berbagai suku dan agama sehingga perlu saling hormat-menghormati, sehingga terciptalah ajang saling toleransi yang sangatlah indah.

Dalam ceramahnya Ustadz Ghofar juga menyampaikan bahwa, Isra dan Mi’raj adalah Dua peristiwa berbeda yang memiliki makna besar dalam perjalanan kenabian Muhammad SAW. Isra adalah perjalanan Nabi Muhammad SAW yang diberangkatkan oleh Allah SWT Masjidil Haram ke Masjidil Agsa dan Mi’raj adalah perjalanan Nabi Muhammad hingga ke Sidratul Muntaha yang merupakan tempat tertinggi. Dua perjalanan besar kenabian itu dilakukan oleh Nabi Muhammad hanya dalam satu malam. Perjalanan itu pulalah yang menghasilkan kewajiban Shalat 5 waktu bagi umat Islam seluruh dunia. Peristiwa Isra’ Mi’raj  terjadi tepat pada tahun 621 Masehi, tepatnya pada tanggal 27 Rajab (3 tahun sebelum hijrah). Nabi Muhammad SAW waktu itu sudah berumur 51 tahun dan peristiwa Isra’ Mi’raj terjadi saat tengah malam hingga subuh waktu Mekah. Peristiwa ini terjadi karena Nabi Muhammad SAW yang sedang dalam keadaan duka. Beliau telah ditinggal wafat oleh dua orang yang dia cintai yaitu Khadijah sang istri dan Abu Thalib sang paman. Saat itu, Nabi Muhammad SAW mengalami duka yang sangat dalam sehingga untuk menghibur Nabi Muhammad SAW, Allah SWT mengajak Nabi Muhammad SAW ke suatu perjalanan hingga sampai ke Sidrotulmuntaha untuk bertemu dengan-Nya. Acara Peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW yang dimeriahkan oleh penampilan grup Hadrah dari Ibu-ibu Jalasenastri Cabang 10 Korcab V DJAT dihadiri oleh Pasops Lanal Denpasar Mayor Laut (P) Agung Wibowo mewakili Komandan Lanal Denpasar Kolonel Laut (P) GB. Oka, segenap Perwira Staf Lanal Denpasar dan undangan lainnya serta seluruh warga muslim Lanal Denpasar juga warga muslim Denpasar Selatan. (Pen Lanal Denpasar|red)

Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia