Surabaya – Latihan praktek Interoperability Koarmada II memasuki latihan prosedur pengoprasian alat keselamatan kapal Emergency Position Indicating Radio Beacon (EPIRB) bertindak sebagai instruktur dari tim Basarnas, bertempat di lapangan apel Diskomlekkoarmada II Ujung, Surabaya, Kamis (16/08/2018).  
EPIRB mampu bekerja pada Frekuensi frekuensi 121,5/243 MHz dan 406 MHz dengan sistem satelit kutub Cospas-Sarsat yang mengorbit, memberikan liputan global yang sesungguhnya. Satelit ini dapat menentukan posisi EPIRB sampai 5 km (3 mil). Pesan kode mengidentifikasi kapal yang tepat dimana EPIRB terdaftar. Informasi ini memungkinkan layanan pertolongan untuk menghilangkan peringatan palsu dan meluncurkan penyelamatan yang sesuai.
Adapun Fungsi Emergency Position-Indicating Radio Beacon (EPIRB) Untuk mendeteksi keberadaan Kapal secara cepat lewat alat otomatis.  Alat ini kalau di Pesawat Terbang adalah Underwater Locator Beacon (ULB) yang ada pada Kotak Hitam (Black Box) di pesawat terbang. Sama-sama mengirimkan sinyal bila kapal atau pesawat mengalami keadaan darurat atau kecelakaan.
 Acara latihan praktek Interoperability Koarmada II digelar mulai tanggal 13 s.d 21 Agustus 2018, di ikuti 50 peserta terdiri dari anggta KRI  Korps Komunikasi dan Korps Elektronika tempat Koarmada II, serta di ikuti oleh anggota  Diskomlekkoarmada II.(dispen armatim|red|noven)
Bagikan