SENI TRADISIONAL EBEG  SALAH SATU PENANGKAL POKEMON GO 2PB | Cilacap – Babinsa Alangamba Koramil 04/Binangun Sertu Kiyanto bersama kelompok seni ebeg Turonggo Seto pimpinan bapak Junaedi melaksanakan gelar pentas dalam rangka memeriahkan HUT RI ke 71 bertempat di dusun Karanggondang RT 11/06 desa Alangamba kecamatan Binangun. Minggu (28/08).

Ebeg adalah salah satu tontonan seni tari yang seru, Gerak dinamis, apalagi penarinya bisa kesurupan, menjadikan pentas ebeg saat itu sukses dapat membuat ngeri penontonnya. Jogetan ebeg merupakan bentuk apresiasi dan dukungan rakyat terhadap pasukan berkuda Pangeran Diponegoro dalam menghadapi penjajah Belanda. Ada pula cerita yang menyebutkan, bahwa tari kuda lumping menggambarkan kisah perjuangan rakyat alam melawan penjajah Belanda. Ada juga yang mengkisahkan tarian ini sebagai bentuk latihan perang pasukan berkuda yang saat latihan dapat mengelabuhi penjajah Belanda.

Terlepas dari itu, semua gerakan dari tarian menampilkan semangat kepahlawanan dan aspek kemiliteran sebuah pasukan berkuda atau kavaleri. Karena gerakan- gerakan yang disungguhkan sangat dinamis dan agresif, melalui kibasan anyaman bambu dan gerakan loncat layaknya penunggang kuda yang sedang berperang.Dalam pergelaran ini beberapa penari menunggangi kuda anyaman bambu dan menari mengikuti alunan musik. Alat musik yang digunakan utuk menemani tarian ini adalah gamelan yang terdiri dari Kendang, Kenong, Gong dan kempul, dengan lantunan sajak-sajak yang dibawakan dalam mengiringi tarian, biasanya berisikan imbauan agar manusia senantiasa melakukan perbuatan baik dan selalu ingat pada Sang Pencipta.SENI TRADISIONAL EBEG  SALAH SATU PENANGKAL POKEMON GO 1Seperti yang dikatakan Babinsa Alangamba Sertu Kiyanto ” Selain mengandung unsur hiburan dan religi, kesenian tradisional ini seringkali juga mengandung unsur ritual dan supranatural, karena sebelum gelar ebeg dimulai biasanya ada ritual pembacaan doa oleh pawang agar menahan segala gangguan.” ucapnya
Selain itu juga ada orang yang berperan penting memegang kendali yaitu sebagai penimbul di mana bertugas untuk membuat pemain ebeg kesurupan sekaligus menyembuhkan pemain yang kesurupan. Mereka dapat kerasukan roh-roh yang di luar kendali dari dirinya ada yang bersikap layakanya hewan kuda, monyet bahkan macan.

Ketika sedang menari dengan luwes layaknya penari profesional, tiba-tiba ada yang makan beling. Ada juga penari yang makan ayam hidup. Peralatan lain yang mendukung pagelaran tari ini yaitu menyan dan beberapa jajan pasar, satu buah kelapa dan satu sisir pisang raja, ada lagi kembang boreh yang berisi kembang kantil dan kembang kenanga, dan kembang mawar. Bahan-bahan tersebut bisaanya digunakan untuk tradisi supranatural atau yang berbau mistis.

Pentas ebeg akan semakin seru karena biasanya para pemain kuda lumping yang kesurupan semakin menjadi-jadi. Sekali pecut dicambukkan ke tanah oleh penimbul, kontan beberapa pemain kuda lumping roboh ke tanah dan mulai kesurupan di luar kendali orang tersebut, padahal mereka tidak sadar bahwa bisa menari seperti itu salah satu pemain yang tiba-tiba kesurupan menaiki pohon kelapa dan memetik buah kelapa, lalu membuka buah kelapa dengan giginya.

Kesenian ebeg merupakan aset budaya Indonesia yang sangat berharga. Karena tarian tradisional ini kalah dengan modern dance yang digandrungi anak muda Indonesia, lebih-lebih sekarang ini dengan pesatnya kemajuan teknologi dengan berbagai sarana hiburan dan permainan, yang baru bumingnya games POKEMON GO dimana permainan ini membuat gila, tak kenal waktu dan batas para penggemarnya yang akhirnya dapat membawa kerugian dan kecelakaan bagi orang lain dan si pemainnya. Masyarakat yang hadir dalam kegiatan pentas tersebut kurang lebih 150 orang.(04/Urip/red)

Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia