PB|PURBALINGGA – Luas wilayah Desa Karangjambu Kecamatan Karangjambu adalah 46,09 km², dengan jumlah penduduknya 26.437 jiwa. Jadi jika dihitung angka kepadatan penduduknya adalah 573,5 jiwa/km².

Kepadatan penduduk di desa ini menjadi persoalan tersendiri dalam meningkatkan mutu pendidikan, kesejahteraan dan kesehatan masyarakatnya yang perlu segera diatasi. Pertumbuhan penduduk di Karangjambu tidak terlepas dari banyaknya pasangan menikah di usia dini serta kesadaran masyarakat dalam ber-KB masih kurang.

Dikatakan Babinsa setempat, Serka Ratman yang merangkap sebagai Satgas TMMD Reguler ke-101 Kodim 0702 Purbalingga, “Desa binaan saya rata-rata menikah setelah lulus SMA, bahkan beberapa ada yang lulus SMP. Tingkat pendidikan yang rendah dan ekonomi yang lemah memaksa anak-anak remaja untuk bekerja dan tidak melanjutkan ke bangku kuliah. Akhirnya mereka menikah di usia dini” terangnya  .“Disini anak umur 20-22 tahun saja sudah ada yang mempunyai anak, bahkan banyak yang cerai usia muda. Karena faktor ekonomi dan ditinggal merantau” imbuh Ratman.

Penyuluhan KB lapangan.

Danki SSK Satgas TMMD, Kapten Cba. Agus Sukendar, terlihat melakukan penyuluhan lapangan tentang KB “dua anak cukup” kepada Luki (20) yang sedang menimang bayi (anak kedua) dan Nurwidyaningsih (25) menggendong balita. Keduanya warga Rt. 10 Rw. 04 Desa/Kecamatan Karangjambu.

Senada dengan Kapten Agus, bidan desa setempat, Puspa Dewiyani (41), ikut membantu pemerintah dalam mengatasi pertumbuhan penduduk di desanya melalui penyuluhan KB maupun door to door mendatangi rumah-rumah warga untuk memberikan pengetahuan ber-KB sambil bersilaturahmi.

Terakhir dalam mensukseskan program TMMD Reguler ke-101 Kodim 0702 Purbalingga, bidan tersebut melaksanakan penyuluhan tentang KB di Aula Balai Desa Sirandu tanggal 24 April 2018 lalu. Dengan cara itu, diharapkan partisipasi masyarakat di desa sasaran TMMD utnuk ber-KB akan lebih meningkat. Puspa Dewiyani dan Danki SSK juga meyakinkan kepada kedua ibu muda tersebut agar berganti jenis kontrasepsi jangka panjang (MKJP) dengan alat kontrasepsi Impant dan IUD/Sipral serta KB MOP bagi para suami sehingga lebih aman daripada kontrasepsi suntik dan pil.

”Kalau mereka mendapatkan konseling dengan benar dan tepat disertai dengan penjelasan yang lengkap dan mudah diterima, akan semakin membuat masyarakat secara sukarela menggunakan MKJP” ujar Puspa Dewiyani.

Selain itu, lanjut Puspa Dewiyani, di kegiatan berupa non fisik seperti door to door, dapat membangun masyarakat menjadi lebih sejahtera dalam hal ekonomi, meningkatkan mutu pendidikan dan kesehatan keluarga, dikarenakan membatasi jumlah anak.

Koptu Puji, Satgas TMMD lainnya juga melakukan hal yang sama saat perayaan Hari kartini di desa Karangjambu, kepada para Ibu-ibu yang menyaksikan acara.(Pendim 0702|red)

Bagikan
Informasi  Mobil Baru Indonesia Dealer Mobil Baru Indonesia