Batang – Momen mengharukan di lokasi jalan aspal TMMD yang sudah sempurna, tertangkap kamera. Titik 700 meter akses sepanjang 2.359 meter antara Dusun Durenombo-Durensari Kecamatan Subah saat bersama Serda Citro, anggota publikasi TMMD Reguler Batang. Senin (12/11/2018).

Di hari terakhir pembangunan di desanya, mereka sujud syukur melihat jalan pendekat ke desanya (Durenombo) bagus dan sangat halus, pasca dibangun gabungan Satgas TMMD Reguler 103 Kodim 0736 Batang beserta seluruh elemen masyarakat Durenombo dan sekitarnya. Tentu jalan yang sempurna menurut mereka, yaitu dua orang warga Dusun Durensari Desa Durenombo Kecamatan Subah, Waluyo (59) Rt. 2 Rw. 3, penambang batu dengan penghasilan 80 ribu sehari jika bekerja dan Warnoto (51) Rt/Rw. 3 (bertopi), petani kapas dengan penghasilan 40-50 ribu/hari.

Akhirnya penantian warga dusunnya selama ratusan tahun memiliki akses penghubung antar dusun, desa dan kecamatan tetangga (Tulis) nyata di depan mereka. Dulu pernah ada, akan tetapi terputus pasca longsor dan bergerak, bahkan sejak mereka belum lahir. Perjuangan bersama para TNI sejak Pra TMMD 2 Oktober 2018 lalu, terbayar sudah. Kini mereka mulai menatap kesejahteraan ekonomi untuk memasarkan hasil bumi dan kerajinan, pendidikan cucunya serta sarana transportasi kesehatan yang baru.

Terlihat Citro, sedang menenangkan dengan memberikan motivasi sekaligus berpamitan. Pasalnya, besok dirinya dan rekan-rekan Satgas gabungan akan kembali ke kesatuan masing-masing setelah TMMD resmi ditutup Pangdam IV Diponegoro, Mayjen TNI Wuryanto. Bagi Citro, yang juga Babinsa Koramil 13 Banyuputih Kodim setempat, juga akan kembali membina warga desanya sebagai Babinsa.

“Terima kasih juga telah membantu tugas Satgas disini ya Pak, semoga apa yang diberikan pemerintah dan TNI ini bermanfaat. Dan tolong dijaga dan dirawat dengan baik jalan ini.” ungkap Citro menghibur Waluyo yang menangis haru.(kodim batang|red|noven)

Bagikan